Mengenai Saya

jagalah lingkunganmu, dengan menggunakan pupuk organik
Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

CARA PEMBUATAN PUPUK ORGANIK

1   Karena, jenis jenis pupuk organik banyak. maka berikut ini beberapa contoh cara pembuatan pupuk organik dan ciri - ciri pupuk organik yang baik...


    1. Pupuk organik cair secara anaerob


Cara membuat pupuk cair dengan proses secara anaerob atau secara fermentasi tanpa bantuan sinar matahari ini, kita bisa memakai beberapa bahan yang tersedia di lingkungan kita masing-masing seperti buah tomat, pepaya, mangga dan lain sebagainya, 

adapun tahap pembuatan Pupuk
Cair Organik adalah sebagai berikut :
1.    Bahan sampah hijauan atau buah buahan(buah tomat, pepaya, mangga dan lain), kemudian masukan kedalam karung dan tekan sampai padat lalu kita ikat. (usahakan benar-benar padat)
2.    Tahap selanjutnya yaitu kita buat larutan media dengan mencampurkan Cairan molase atau gula putih bisa juga kita menggunakan gula merah jikalau gula putih tidak tersedia sebanyak 1/2 kg, 1 liter air cucian beras, 1 liter air kelapa yang sudah tua, dan air bersih sekitar 7 liter . lalu masukkan kedalam ember besar atau bahan lainnya yang berukuran sekitar 20 liter. (bila kita menggunakan gula merah harus kita cairkan terlebih dahulu.
3.    Setelah semuanya siap lalu kita masukkan hijauan/sampah tadi yang sudah kita kemas dalam karung ke dalam ember tersebut, (biar tidak mengambang kasih pemberat). Usahakan tutup wadah tadi benar-benar rapat supaya udara tidak masuk serta penyimpanan wadah tersebut harus ditempat teduh yang tidak tersinari oleh matahari.
4.   Waktu yang dibutuhkan untuk tahap permentasi ini yaitu sekitar 7-10 hari bila setelah waktu tersebut kita melihat ada bercak putih pada permukaan air, berarti fermentasi kita benar-benar berhasil dan pupuk tersebut siap kita angkat. Sampah yang didalam karung tadi kita bisa gunakan sebagai kompos dan airnya adalah sebagai pupuk organik cair.

Untuk cara penggunaan pupuk cair organik tersebut kita bisa menyiramkannya langsung ke media tanam atau menjadi pupuk semprot untuk daun tanaman. penyiraman pada media tanam atau akar kita bisa menggunakan dosis 500: 1 (500 liter air : 1 liter pupuk cair) dan untuk disemprotkan ke daun adalah sekitar 100:1 adapun penggunaan bila pada musim kemarau kita bisa menggunakan 1 minggu 1 kali penyemprotan atau penyiraman, dan untuk musim penghujan harus 3 kali dalam seminggu.

    
   2. KOMPOS BIOAKTIF
Pupuk organik kompos bioaktif ini dibuat dari limbah pertanian padat (tandan kosong kelapa sawit, sisa pangkasan teh, kulit buah kakao, jerami padi, batang jagung, dll.) yang proses dekomposisinya menggunakan orgadec. Orgadec adalah aktivator pelapukan, bukan penghancur sehingga hasil pengomposan tidak hancur dan banyak dipergunakan oleh perkebunan besar.

Bahan - Bahan:
·         Bahan organik segar dicacah dengan ukuran 2,5 - 5 cm dengan volume minimal 1 m3 (jika menggunakan jerami sebanyak 100 -200 kg).
·         Untuk 100 kg bahan organik lunak (jerami/batang jagung/dawn/rumput) diperlukan orgadec sebanyak 1/2 kg, sedangkan 100 kg bahan berkayu diperlukan 1/4 kg orgadec.
Cara Pembuatan:
1.    Aduk orgadec dengan bahan organik secara merata.
2.     Masukkan'/4 m3 ke dalam kotak berfentilasi kemudian disiram air sampai kadar air mencapai 50%, masukkan lagi '/a bagian dan siram air lagi, begitu seterusnya hingga mencapai ketinggian 100 cm. Simpan bahan kompos ini ditempat yang terlindung dari sinar matahari dan hujan, serta hindari kontak langsung dengan tanah.
3.    Tutuplah tumpukan bahan kompos tersebut dengan lembaran plastik transparan, biarkan selama 2-4 minggu. Pembalikan kompos dilakukan setelah dua minggu, ditandai dengan terjadinya penyusutan volume kurang dari 20%.




Ciri-ciri pupuk organik yang baik:


* Warna coklat kehitaman
* Suhu awal relatif sama dengan akhir dari pengomposan
* Volume minimal menyusut 20
* Berbau harum dan tidak menyengat
* Analisis C/N rationya kurang 30.

SUMBER :
http://sugiyarti-unindra-bio2a.blogspot.com/2008/11/pupuk-organik.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar